Aluminium Wrough Alloy dan Casting Aluminium Alloy

Aluminium wrough alloy dan casting aluminium alloy merupakan salah satu logam non ferrous. Dalam sector perindustrian, alumunium dikembangkan dengan begitu pesat. Dan dapat diolah menjadi berbagai macam produk dengan lebih ekonomis
Alumunium wrought alloy terdiri dari 2 macam yaitu alumunium wrought alloy yang bisa diheatreatment dan alumunium wrought alloy yang tidak bisa ditempa. Adapun alumunium casting alloy terdiri dari aluminium die casting dan alumunium permanent casting.

Macam Jenis Aluminium Alloy

Beberapa macam aluminium alloy ditinjau dari bahan campurannya, antara lain :
– Magnal (terdiri dari campuran alumunium dan magnesium)
– Manal (terdiri dari campuran alumunium dan mangan)
– Siluminal (terdiri dari campuran alumunium, tembaga dan silicon)
– Duraluminium  terdiri dari campuran alumunium, tembaga, mangan dan magnesium)

Pembuatan Casting Aluminium Wrough Alloy

Aluminium Wrough Alloy dan Casting Aluminium Alloy
Berikut proses pembuatan Aluminium Wrough Alloy dan Casting Aluminium Alloy
Material yang diterima adalah alumunium ingot batangan. Dimana pada saat penerimaan akan diserahkan juga Mill Sheet (hasil pengecekan bahan yang dilakukan oleh subcont). Setelah alumunium ingot batangan dicek dan hasilnya sesuai dengan standar, maka alumunium ingot tersebut disimpan dalam gudang bahan baku dan ditempatkan menurut jenisnya dan diberi label. Proses peleburan aluminium wrough casting alloy ini menggunakan dapur furnace dengan bahan baker gas. Pada saat peleburan tidak menggunakan alumunium ingot seluruhnya. Akan tetapi mengunakan perbandingan antara alumunium ingot dan scrap. Alumunium cair didistribusikan ke mesin die casting menggunakan ladle transport. Ladle transport adalah sebuah crucible kecil dengan kapasitas 100kg, yang dapat diangkat dengan forklift pada saat pendistribusian. Proses pencetakan menggunakan mesin die casting dan menggunakan mould/dies yang terbuat dari baja carbon yang mengalami proses hardening dengan HRC 55 ± 2 dan selanjutnya aluminium wrough casting alloy mengalami proses nitriding jika dimensi part yang dihasilkan sudah sesuai dengan gambar produk. Proses finishing menggunakan beberapa alat dan mesin pembantu diantaranya adalah kikir, mesin buffing, mesin belt sander. Proses finishing adalah proses menghilangkan burry dan perbaikan visual permukaan produk. Produk aluminium wrough casting alloy yang telah selesai pada proses finishing dilanjutkan pada proses machining. Proses tersebut adalah proses pengeboran, pengetapan, pemotongan. Mesin yang dipakai mulai mesin manual hingga mesin auto yang menggunakan kode-kode masukan yang sudah komputerisasi. Sedangkan alat proses lainnya adalah bor, reamer, tap dll. Part yang sudah dinyatakan OK oleh quality disimpan pada gudang finish good dengan ditempatkan pada box/carrier yang sudah ditentukan dan tertata rapi.Agar part tidak lecet saat penyimpanan dalam box/carrier, box/carrier harus dibalut dengan dengan bahan yang lunak. Misalnya busa, selang karet, plastic dll.
Share this article :
Share FB Tweet Share G+ Submit Digg

Ditulis Oleh : Wahyudie Eks

Eko Wahyudi Terima kasih telah membaca artikel Aluminium Wrough Alloy dan Casting Aluminium Alloy pada blog Kusen Pintu Aluminium. Percayakan pekerjaan aluminium rumah anda pada fabrikasi aluminium winalum, karena kami yang profesional dalam hal Pintu Aluminium | Jendela Aluminium | Kitchen Set Aluminium | Aluminium Fabrikasi Indonesia | Aluminium Powder Coating

0 komentar:

Posting Komentar

Back to top